Sabtu, 20 Maret 2010

Mekanisme Melihat


Manusia memiliki indera penglihatan sebagai alat untuk melihat. Melihat adalah suatu proses interpretasi benda oleh indera penglihatan dengan memanfaatkan pantulan cahaya.

Setiap benda memiliki energi yang sebanding dengan panjang gelombang tertentu. Saat suatu benda terkena radiasi cahaya pada panjang gelombang sinar tampak (visible), maka energi yang sebanding dengan panjang gelombang yang dimiliki oleh benda tersebut akan diteruskan, sedangkan energi yang sebanding dengan panjang gelombang yang berbeda akan diserap. Sehingga panjang gelombang yang diteruskan tersebut akan sampai pada mata kita.

Cahaya yang masuk pertama-tama akan melewati selaput kornea sebagai lapisan terluar dari mata. Selanjutnya cahaya akan diteruskan ke dalam rongga mata oleh pupil. Pupil adalah lubang di tengah bola mata yang dibentuk oleh iris. Fungsi iris sama seperti diafragma pada kamera, yaitu untuk mengatur banyak dan sedikitnya cahaya yang masuk ke dalam rongga mata. Saat cahaya tersedia banyak, maka iris akan membuat pupil mengecil agar cahaya yang masuk tidak berlebih. Sementara saat cahaya yang tersedia sedikit, maka iris akan membuat pupil melebar sehingga cahaya yang masuk akan semakin banyak.

Setelah melalui pupil, cahaya akan menuju lensa mata yang menjadikan bayangan benda menjadi nyata, tegak dan diperkecil. Selanjutnya bayangan benda akan jatuh pada retina tepat di bintik kuning. Bayangan benda kemudian akan diteruskan ke pusat syaraf (otak) dan di otak, bayangan benda dikembalikan ke bentuk semula, sehingga kita mendapat kesan melihat.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar